Pembelajaran Keterampilan Menulis Bahasa Jerman

Penerapan Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Bahasa Jerman di SMAN 8 Malang

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan detail mengenai penerapan pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman siswa kelas X.I pada semester gasal tahun ajaran 2007/2008. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana para pendidik dapat menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman.

Para pendidik selama ini masih mengalami kesulitan untuk menerapkan pendekatan kontekstual dengan ketujuh komponen utamanya (constructivism, inquiry, questioniong, learning community, modeling, reflection, dan authentic assessment) dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman yang sesuai dengan konsep kurikulum 2006/KTSP. Subjek penelitian adalah siswa kelas X.I.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual yang telah diterapkan oleh guru dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi dengan aktif di kelas. Disamping itu, penerapan pendekatan kontekstual dapat mempermudah siswa untuk memahami teks tulis sederhana, terutama dengan metode inquiry, questioning, dan modeling.

Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar guru menerapkan konsep belajar pendekatan kontekstual dengan ketujuh komponen utama pembelajarannya dalam proses pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman dengan lebih tepat, bervariasi, dan sesuai dengan konsep kurikulum 2006/KTSP.

Fitri Rosida

Kata kunci: pendekatan kontekstual, keterampilan menulis.

Another Research Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Hubungan Antara Ketergantungan Merokok Dengan Percaya Diri

Hubungan Antara Ketergantungan Merokok Dengan Percaya Diri Pada Siswa SMAN 2 Blitar

Pada saat ini rasa kurang percaya diri pada remaja dimanifestasikan dengan berbagai cara baik dengan cara positif maupun negatif. Cara yang positif untuk membangun rasa percaya diri yaitu dengan menciptakan definisi diri positif, memperjuangkan keinginan yang positif, mengatasi masalah secara positif, memiliki dasar keputusan yang positif. Sedangkan cara yang negatif untuk membangun rasa percaya diri yaitu sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan diri) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri. Cenderung melakukan tindakan negatif yaitu dengan merokok atau menggunakan zat adikitif seperti narkoba, sehingga dengan menggunakan zat tersebut remaja cenderung lebih merasa percaya diri (Jacinta, 2002).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1).Tingkat ketergantungan merokok dan 2).Tingkat percaya diri, dan untuk mengetahui 3). Apakah ada hubungan antara ketergantungan merokok dengan percaya diri pada siswa. Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Ketergantungan Merokok diukur dengan angket ketergantungan merokok dan percaya diri diukur dengan skala percaya diri. Subyek penelitian adalah 60 Siswa SMAN 2 Blitar. Reliabilitas diperoleh dengan rumus Cronbach Alpha untuk ketergantungan merokok sebesar 0,724 dan untuk percaya diri sebesar 0,746. Teknik analisis untuk menguji signifikansi hipotesis korelasional adalah dengan uji Korelasi Product Moment.

Hasil penelitian menunjukkan 1). Sebanyak 18,3 % dari siswa mempunyai tingkat ketergantungan merokok yang rendah. 58,3 % siswa memiliki tingkat ketergantungan merokok sedang. 23,3 % siswa memiliki tingkat ketergantungan merokok tinggi. 2). 21,7 % siswa mempunyai tingkat percaya diri yang rendah. 61,7 % siswa memiliki tingkat percaya diri sedang.16,6 % siswa memiliki tingkat percaya diri tinggi. 3). Terdapat korelasi antara Ketergantungan Merokok dengan Percaya Diri, (r = -0,90 p < 0,05). Artinya semakin tinggi tingkat ketergantungan merokok, maka semakin rendah tingkat percaya diri.

Saran dari penelitian ini yaitu mengendalikan remaja dari dorongan untuk penggunaan rokok dan ketergantungan rokok. Mengadakan program atau kegiatan yang dapat meningkatkan percaya diri yaitu kegiatan penyuluhan tentang bahaya merokok.

Haryono

Kata Kunci : Ketergantungan Merokok, Percaya Diri

Another Research Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Implementasi Modul Model Siklus Belajar

Implementasi Modul Model Siklus Belajar Untuk Meningkatkan Kreativitas dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas Vii Smp Laboratorium UM

Model siklus belajar menyarankan agar proses pembelajaran melibatkan siswa dalam kegiatan belajar yang aktif melakukan asimilasi, akomodasi, dan organisasi ke dalam struktur kognitif. Berdasarkan observasi selama proses belajar mengajar berlangsung, tampak siswa belum siap menerima materi baru. Hal ini ditandai siswa cenderung diam dan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru. Ketika siswa mengemukakan gagasan, belum menunjukkan kelancaran menanggapi masalah dan materi. Keluwesan dan keaslian siswa membuat tanggapan belum tampak dan siswa belum dapat mengidentifikasi konsep yang diperoleh maupun mengintegrasikan dengan konsep terdahulu. Wawancara dengan guru mata pelajaran Fisika diketahui bahwa rerata hasil ujian siswa pada materi sebelumnya masih rendah yaitu 41. Dalam upaya meningkatkan kreativitas siswa mengemukakan gagasan dan prestasi belajar Fisika, perlu strategi pembelajaran yang mengimplementasikan modul model siklus belajar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas dan prestasi belajar fisika siswa kelas VII-B SMP Laboratorium UM pada pembelajaran yang mengimplementasikan modul model siklus belajar.

Jenis penelitian merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari: (1) Perencanaan tindakan, (2) Pelaksanaan tindakan dan observasi, dan (3) Refleksi. Keberhasilan dan kegagalan pada siklus I diidentifikasi, berdasar kekurangan tersebut peneliti melakukan perbaikan-perbaikan pembelajaran siklus II. Instrumen penelitian berupa perangkat pembelajaran, tes, dan pedoman observasi tahapan pembelajaran. Teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan, ketercapaian tahapan pembelajaran dan kreativitas siswa menggunakan prosentase, sedangkan perkembangan prestasi belajar fisika siswa dengan analisis gain score ternormalisasi.

Guru telah melaksanakan pembelajaran yang mengimplementasikan modul model siklus belajar berdasarkan RPP. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa implementasi modul model siklus belajar memiliki keterlaksanaan 100% dan ketercapaian 95,97%. Kreativitas siswa mengemukakan gagasan semakin meningkat. Peningkatan kreativitas siswa ini dapat dilihat dari kelancaran, keluwesan, keaslian dan keterperincian siswa mengemukakan gagasan dalam pemecahan masalah. Prestasi belajar siswa juga meningkat, yaitu ditinjau dari ulangan harian 0,24 masih dalam kategori rendah sedangkan hasil pre-tes, post-test pada siklus I 0,25 dan pada siklus II 0,28 masih dalam kategori rendah.

Rahma Fibriyanti

Kata Kunci: implementasi modul, kreativitas, prestasi belajar.

Another Research Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Politeness Strategies

Politeness Strategies Used by Indonesian Chatters in Internet Relay Chat (IRC)

The purpose of this study is to find out politeness strategies used by Indonesian chatters in the discourse of online environment specifically in IRC channels. This study investigates three downloaded data of written conversations or messages in the IRC.

The data were collected by logging in into an IRC channel, which is #Caféislam, for approximately two hours and then copying the conversations or messages written by the Indonesian chatters in the channel into the computer hard disk.

The written conversations or messages that are taken as data are only the one containing face-threatening act (FTA). The data are analyzed using Brown and Levinson’s theory of politeness strategy (1987). Based on Brown and Levinson’s model of politeness strategy (1987), the politeness strategies used in chat conversations to reduce the FTA are grouped into four main strategies: Bald on Record, Positive Politeness, Negative Politeness, and Off-the-Record.

The results of the analysis show that bald on record strategy is most widely used by Indonesian chatters in IRC. It may happen due to the setting of the conversation that is the cyber world where the people communicate there may not really know each other and they may never meet in the ‘real’ world. It can be said that there is almost no boundary for everyone to say what they want to say.

Ima Khalimatus Sa’diyah

Keywords: Internet Relay Chat (IRC), chatting in IRC, Indonesian chatters, politeness strategies, face-threatening act.

Another Research Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Code Switching in Indonesian Pop Songs

Code Switching in Indonesian Pop Songs

This study aims at describing code switching found in Indonesian pop songs composed by some Indonesian pop song composers. The research problems are what types of code switching and what are the reasons why the composers switch the language in their songs.

This study is expected to give some useful contributions to the theory of Sociolinguistics, particularly the theory of code switching. The findings of this study are expected to give some useful insights to English Department students in order to get better understanding of the use of code switching by Indonesian pop song composers. It is descriptive qualitative study and the data is in the form of written lyrics.

The writer collects data by finding the lyrics of Indonesian pop songs in the internet and in the songs magazines, selecting lyrics that consist of Indonesian-English code switching, and coding the selected code switching by giving numbers to help the analysis run well.

The results show that there are 4 types of code switching which are used by Indonesian pop song composers, namely intra-sentential switching, inter-sentential switching, emblematic switching, and involving a word within a sentence. 6 reasons why Indonesian pop song composers code switch their language are talking about a particular topic, inserting a sentence fillers or sentence connectors, repetition used for clarification, expressing group identity, softening and strengthening request or command, and inserting a real lexical need. There is an additional reason why they code switch their language, that is for marketing purposes.

Ifa Dewi Safitri

Key words: Code switching, Indonesian pop song lyrics

Another Research Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Studi Kualitas Perencanaan Sistem Proteksi Aktif

Studi Kualitas Perencanaan Sistem Proteksi Aktif Terhadap Bahaya Kebakaran Pada RSUD Bangil Pasuruan

Resiko kebakaran terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitasnya yang semakin tinggi. Untuk mengatasi tingginya resiko kebakaran, perlu diupayakan pencegahan dalam rangka untuk mencegah atau mewaspadai akan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran serta mengambil langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan kebakaran tersebut menjadi kenyataan. penanggulangan lebih efektif bila pada bangunan disediakan peralatan pemadam kebakaran termasuk sarana deteksinya, khususnya di bangunan tinggi, bangunan berukuran luas, serta di bangunan vital.

Faktor keamanan dan keselamatan jiwa sangat diperlukan dalam menunjang kelancaran berbagai aktivitas di dunia ini. Tanpa adanya alat pemadam kebakaran manusia selalu dibayangi oleh rasa kecemasan. Hal ini dikarenakan sebagian besar keutuhan dari gedung itu sendiri, jiwa kita semua dan fasilitas serta peralatan yang ada sangat bergantung dengan alat pemadam kebakaran. Dengan kata lain alat pemadam kebakaran ini sangat dibutuhkan oleh manusia dalam memberikan kenyamanan dan keamanan.

RSUD berfungsi sebagai fasilitas umum yang sangat vital, hal ini ditinjau dari yang menempati kebanyakan adalah orang-orang yang sakit. Oleh karena itu perlu diperhatikan dari segi keamanan masalah proteksi kebakaran, khususnya sistem proteksi aktif. Sistem ini sangat perlu diperhatikan dari segi kelengkapan dan kualitas perancangannya sebelum bangunan ini dihuni, untuk itu penelitian ini perlu untuk dilakukan.

Nur Andriani

Kata kunci: kualitas, sistem proteksi aktif, kebakaran, RSUD

Another Research Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

The Aim of Technology Instructional

The Aim of Technology Instructional is to Identify and to Solve Learning Problems

The aim of technology instructional is to identify and to solve learning problems. From the result of the observation in the field, it is found that physics subject at SMA Negeri 5 Palu has not usable a proper material or book that is specify design to the needs of class instruction. Therefore, it is needed to design and to develop the package of instructional physics subject.

This package is developed based on Dick Carey and Carey model. The package of development instructional consists of three packages. They are: (1) book of teaching, (2) teacher’ book, (3) student’ book. The purpose of this instructional development is to optimally the process of class instruction and to help teachers in facilitating the instruction.

The result of try out from the expert of content for book of teaching is very good categorized, from the expert of design for book of teaching is very good categorized too, meanwhile for teacher’ book is good and students ’book is very good categorized. The result of try out from the expert of book of teaching media is categorized in good point, whereas for teacher’ book and students ‘books are very good categorized. The result of try out in individual phase showed that there are 18 mistakes in mistype, 15 mistakes in the usage of punctuation mark; 5 letters should be in capital, one in small letter, the others should be improved. The result of try out in small group showed that the book of teaching, teachers’ book and students’ book are in very good categorized. The result of try out in the field, form students and teacher responds both students’ book and teacher’ book are in very good categorized too. The result of pre and post test with the degree of freedom is 29 and the significant level is 0.05, it is found that t-count is 19.44 and show that is bigger than t-table is about 2.042. Therefore, it can be said that the mean differentiate is significant or in other words the book of teaching is effective.

Key words: development model , Dick Carey & Carey Model, the package of physics instructional

Another Research Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Research Abstracts

Merupakan kumpulan berbagai macam abstrak penelitian ilmiah (skripsi, tesis maupun disertasi). Judul-judul abstrak di bawah ini merupakan hasil sumbangan dari beberapa peneliti muda (mahasiswa) yang bersedia untuk ditampilkan di infoskripsi.com.

Index Research Abstracts

Terima kasih kami ucapkan atas kiriman abstrak kepada www.infoskripsi.com. Semoga amal mereka mendapatkan kebaikan yang setimpal. Bagi pada peneliti lain yang ingin menyumbangkan asbtrak hasil penelitiannya bisa menghubungi kami.

Read Another Research Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Perubahan Penataan dan Penggunaan Ruang pada Rumah Tradisional Masyarakat Desa

Perubahan Penataan dan Penggunaan Ruang pada Rumah Tradisional Masyarakat Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar

Keanggunan arsitektur tradisional seringkali diteropong dari satu sisi saja yaitu yang menyangkut wujud maupun bentuk bangunannya yang megah atau yang kaya dengan ornamen-ornamennya. Padahal eksistensi sebuah bangunan juga tidak dapat dipisahkan dari nilai kegunaannya dalam setiap kehidupan pendukungnya. Pada rumah tradisional masyarakat Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, meskipun menggunakan bentuk atap rumah Jawa, namun hal ini ternyata tidak selalu diikuti dengan pengaturan dan penggunaan ruang yang sama. Beberapa permasalahan yang berusaha untuk diungkap oleh peneliti, yaitu: (1) Bagaimana penataan ruang pada rumah tradisional di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar? (2) Bagaimana penggunaan ruang pada rumah tradisional masyarakat di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar? dan (3) Faktor-faktor apakah yang melatarbelakangi perubahan penataan dan penggunaan ruang pada rumah tradisional masyarakat Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar?

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penataan ruang pada rumah tradisional di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar; (2) Mendeskripsikan penggunaan ruang pada rumah tradisional masyarakat di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar; dan (3) Menjelaskan faktor-faktor yang melatarbelakangi perubahan penataan dan penggunaan ruang yang terjadi pada rumah tradisional masyarakat Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian yang berupa gambaran fisik bangunan, penataan dan penggunaan ruang serta faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penataan dan penggunaan ruang pada rumah tradisional masyarakat Desa Plumpungrejo, diperoleh dengan cara observasi, wawancara, catatan lapangan, kajian pustaka dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, expect opinion dan dengan memperkaya deskrispi.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penataan dan pembagian komponen/ruang pada rumah tradisional masyarakat Desa Plumpungrejo dapat dilihat secara vertikal maupun horisontal.  Secara vertikal dapat dilihat dari komponen/ruang seperti lantai dan pondasi, umpak/ompak, tiang, dinding, pintu, jendela dan ventilasi, serta atap dan plafon yang tersusun berurutan dari bawah ke atas. Secara horisontal, pembagian ruang pada keempat tipe rumah pada umumnya dibagi menjadi “ruang luar” dan “ruang dalam”. Rumah tradisional yang termasuk dalam kelompok/tipe lengkap pada umumnya terdiri dari halaman, bale, jogan, omah jero, dipan kanthil, senthong kanan, senthong tengah, senthong kiri, dapur, amben, sumur, kamar mandi, WC dan kandang. Adapun pada rumah tradisional dengan tipe yang lebih sederhana, pengaturan ruangnya hampir sama dengan rumah tradisional tipe lengkap, namun ada satu atau beberapa komponen/ruang yang tidak ada, seperti bangunan bale dan kandang yang penempatannya digabung atau justru diubah/hilang sama sekali; (2) Penggunaan komponen/ruang secara vertikal pada Rumah Tradisional Masyarakat Desa Plumpungrejo tidak terlalu menunjukkan perubahan. Hal ini mengingat fungsi masing-masing komponen/ruang tersebut sebagai rangkaian pembentuk rumah. Perubahan yang ada hanya berupa penambahan hiasan maupun penggantian bagian-bagian yang sudah lapuk. Sedangkan kegunaan ruang secara horisontal yang terdiri dari ruang luar dan ruang dalam, lebih banyak mengalami perubahan. Hal ini seperti tampak pada: Halaman, bale, dan dapur yang semula hanya untuk keperluan menanam aneka jenis tanaman, untuk tempat bermain anak, menjamu tamu serta untuk keperluan memasak, sekarang telah ditambah kegunaannya untuk aktivitas usaha seperti toko, wartel, usaha menjahit pakaian dan produksi tikar anyaman; (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan penataan dan penggunaan ruang pada rumah tradisional masyarakat Desa Plumpungrejo antara lain karena: faktor perubahan masyarakat pertanian tradisional ke arah masyarakat industri modern, faktor ekonomi, faktor religi/magis, faktor informasi dan teknologi, faktor perubahan orientasi nilai dan adanya faktor efisiensi.

Inventarisasi warisan budaya berupa seni bangun-rumah tradisional sebagai langkah nyata untuk menguak kearifan lokal-tradisional di setiap daerah, perlu lebih digalakkan. Selain dapat dimanfaatkan untuk perencanaan seni bangun di masa depan, juga dapat digunakan sebagai sumber ilmu untuk menciptakan keselarasan manusia dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial sebagai wujud persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Krisnani, Ira Yuli

Another Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Hubungan Persepsi Mahasiswa terhadap Profesi Pendidik

Hubungan Persepsi Mahasiswa terhadap Profesi Pendidik, Peranan Dosen Dikelas, Iklim Kelas, Layanan Perpustakaan dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Program PGSD dan PGTK Pada LPTK Negeri di Pulau Jawa

Dalam  prestasi belajar banyak faktor yang dapat mendukung, antara lain adalah persepsi mahasiswa terhadap profesi pendidik, peranan dosen dikelas, iklim kelas, layanan perpustakaan, dan motivasi belajar mahasiswa. Sehubungan dengan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan langsung antara: 1) persepsi mahasiswa terhadap profesi pendidik dengan motivasi belajar, 2) peranan dosen dikelas dengan motivasi belajar, 3) peranan dosen dikelas dengan iklim kelas, 4) peranan dosen dikelas dengan layanan perpustakaan, 5) layanan perpustakaan dengan motivasi belajar, 6) layanan perpustakaan dengan prestasi belajar, 7) iklim kelas dengan motivasi belajar, 8) motivasi belajar dengan prestasi belajar, 9) hubungan tidak langsung antara persepsi mahasiswa terhadap profesi pendidik dengan prestasi belajar melalui motivasi belajar, 10) peranan dosen dengan prestasi belajar melalui motivasi belajar, 11) iklim kelas dengan prestasi belajar melalui motivasi belajar.

Desain penelitian ini menggunakan metode survei, tipe korelasional. Sebagai populasi penelitian adalah mahasiswa semester IV jurusan PGSD dan PGTK pada LPTK Negeri di Pulau Jawa yang mengikuti ujian tahun ajaran 2007/2008. Berdasarkan tabel Krejcie dan nomogram Harry King, dari 1008 mahasiswa diambil 205 orang sebagai sampel. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Untuk mengumpulkan data digunakan angket dan dianalisis memakai teknik analisis SEM ( Structural Equation Modelling) dengan program AMOS 4.10.

Kesimpulan hasil penelitian adalah sebagai berikut : 1) model yang dikembangkan adalah baik (fit). Hal ini berarti model yang dikembangkan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, 2) ada hubungan langsung antara :  a) peranan dosen dikelas dengan motivasi belajar, c) peranan dosen dikelas dengan iklim kelas, d) peranan dosen dikelas dengan layanan perpustakaan, e) layanan perpustakaan dengan motivasi belajar, f) layanan perpustakaan dengan prestasi belajar, g) iklim kelas dengan motivasi belajar, h) motivasi belajar dengan prestasi belajar, dan hubungan tidak langsung antara : i) persepsi mahasiswa terhadap profesi pendidik dengan prestasi belajar melalui motivasi belajar, j) peranan dosen dengan prestasi belajar melalui motivasi belajar, k) iklim kelas dengan prestasi belajar melalui motivasi belajar.

Berdasarkan temuan penelitian, kesimpulan, dan implikasi hasil penelitian, maka beberapa saran yang disampaikan adalah sebagai berikut: 1) ketua jurusan PGSD dan PGTK hendaknya menggunakan tenaga psikolog untuk mengadakan wawancara terhadap para calon mahasiswa yang masuk nominasi diterima pada waktu seleksi penerimaan mahasiswa baru PGSD dan PGTK di LPTK Negeri pada masing-masing lembaga tersebut, 2) ketua jurusan PGSD dan PGTK  perlu mengikuti pelatihan atau penataran untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, sehingga mereka lebih mampu melaksanakan peranan sebagai seorang pimpinan yang bertanggung jawab untuk memimpin program pendidikan, 3) ketua Jurusan PGSD dan PGTK perlu mendorong para dosen kepada pemanfaatan lebih banyak waktu untuk kegiatan pembelajaran serta melakukan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam melaksanakan tugasnya, memberi bimbingan dan pembinaan kepada dosen maupun mahasiswa demi keberhasilan belajar mahasiswa serta meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan tugasnya, 4) ketua Jurusan, dan juga para dosen di lingkungan jurusan PGSD dan PGTK di LPTK Negeri di Pulau Jawa agar memperhatikan kondisi kelas tempat diadakan perkuliahan dan melengkapi berbagai fasilitas didalam kelas sehingga dapat tercipta kondisi kelas yang lebih nyaman untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang berlangsung antara mahasiswa dan dosen dikelas,   5) dosen perlu lebih akrab dengan mahasiswa untuk mengintensifkan interaksi antara dosen dengan mahasiswa serta interaksi antara dosen dengan mahasiswa serta interaksi antar mahasiswa sehingga iklim kelas jadi kondusif dalam situasi yang menyenangkan dan kondusif, 6) dalam kampus perlu diadakan aturan didalam kelas jurusan PGSD dan PGTK pada LPTK Negeri di Pulau Jawa yang dibuat oleh oleh para dosen bersama dengan mahasiswa serta disetujui oleh ketua jurusan untuk menjunjung disiplin kelas yang tinggi, 7) motivasi merupakan prediktor yang baik untuk prestasi belajar. Untuk itu ketua jurusan terutama dosen jurusan PGSD dan PGTK di LPTK Negeri di Pulau Jawa agar memberikan penguatan motivasi intrinsik mahasiswa dengan mengingatkan bahwa belajar merupakan tanggung jawab mahasiswa serta mereka didorong untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga dapat membangkitkan rasa antusiasme dan minat mahasiswa untuk mempelajari bahan kuliah dan praktek dilapangan, 8) karena perpustakaan merupakan salah satu fasilitas penunjang untuk keberhasilan belajar para mahasiswa, maka pihak kampus sebaiknya menyediakan perpustakaan dengan segala fasilitasnya dengan baik, 9) untuk peneliti mendatang yang ingin meneliti tentang prestasi belajar, lebih diutamakan terhadap variabel-variabel yang belum diungkap atau mungkin setelah ada perbaikan manajemen dalam kampus-kampus tentang peningkatan prestasi belajar mahasiswa.

Sita Ratnaningsih

Another Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Studi Merancang Seni Kriya Tekstil dengan Media Komputer

Studi Merancang Seni Kriya Tekstil dengan Media Komputer di SMPN V Malang-Jatim 2007-2008

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan mengungkap keunikan pembelajaran merancang seni kriya tekstil dengan menggunakan media komputer di SMPN V Malang-Jawa Timur. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui model pembelajaran merancang seni kriya tekstil dengan menggunakan media komputer yang  di dalamnya menyangkut model, metode, pendekatan, media, penilaian juga untuk mengungkap faktor penunjang dan faktor penghambat bagi guru dan siswa.

Instrumen yang digunakan ialah pedoman wawancara, Analisa dokumen, kuesioner/angket untuk siswa, dan Lembar observasi.

Prosedur yang digunakan ialah dengan membuat persiapan, pelaksanaan penelitian, dan pelaporan data.

Analisis yang digunakan ialah analisis jalinan mengalir (Flow Model Analysis), dan ditunjang data perhitungan dari angket untuk siswa yang berupa data presentil.

Dari hasil penelitian ini didapatkan data tentang pembelajaran merancang seni kriya tekstil dengan menggunakan media komputer di SMPN V Malang, diterapkan dengan model pembelajaran Progresif, metode ceramah dan tanya jawab, pendekatan yang digunakan ialah pendekatan fungsional (berdasarkan peran guru dalam pembelajaran), CBSA, PKP (Pendekatan keterampilan Proses), PBT (Pendekatan Belajar Terpadu) dan kontekstual berkaitan dengan materi bahan ajar yang diberikan pada siswa, dan pendekatan ekspositorik, inkuiri/diskoveri berdasarkan cara mengajar dan mengelola pesannya, serta pendekatan community Learning untuk memudahkan siswa memecahkan masalah. Media yang digunakan siswa dalam membuat rancangan awal dengan menggunakan media pensil, spidol ballpoint,dan media komputer beserta penunjangnya seperti flash disk/CD, scanner, printer dan lain-lain. Sedangkan guru menggunakan media komputer/laptop, layar monitor, LCD dan lain-lain.

Secara keseluruhan pembelajaran seni budaya/seni rupa dalam merancang seni kriya tekstil dengan menggunakan media komputer sangatlah menyenangkan, dan meningkatkan gairah belajar siswa.

Adapun daya pendukung dari pembelajaran ini menjadi menarik ialah adanya beberapa faktor pendukung guru dan siswa seperti kompetensi guru, tersedianya fasilitas yang mencukupi/memadai, kemampuan guru dalam mengaplikasikan pembelajaran seni rupa dengan menggunakan media komputer, situasi dan kondisi lingkungan belajar yang menunjang. Dari siswa pun demikian yaitu faktor ketersediaan media pembelajaran, keterampilan mengoperasikan program Paint dan Microsoft Words, serta motivasi belajar.

Namun demikian sebagian kecil dari siswa, dan hampir tidak ada siswa yang merasa kurang termotivasi dan mengalami kesulitan dalam mengoperasikan media komputer  program Paint dan Microsoft Words dalam merancang seni kriya tekstil dengan menggunakan media komputer, ini terkait dengan sarana pembelajaran yang belum mereka miliki dan karena kurangnya latihan. Juga belum dikembangkan sistem moving kelas, untuk bidang studi atau belum adanya integrasi seni rupa dengN TIK secara riil yang melibatkan guru menjadi satu tim, kurikulum, RPP secara terpadu, dimana hal ini akan membawa pelajaran lebihefektif.

Royaniwati, Tinik

Another Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Pengaruh Implementasi Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG)

Pengaruh Implementasi Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Program Keahlian Akuntansi SMK PGRI 2 Malang

Pendidikan Sistem Ganda (PSG) merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang merupakan perpaduan antara pendidikan disekolah dan pendidikan pelatihan keahlian dalam dunia kerja/dunia industri. PSG akan meningkatkan motivasi belajar siswa karena siswa terjun secara langsung dalam dunia kerja/industri yang memerlukan pembelajaran dan keahlian intensif. Dengan adanya motivasi belajar tersebut, akan mendorong siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji secara empiris pengaruh implementasi program PSG terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian Akuntansi SMK PGRI 2 Malang, (2) menguji secara empiris pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian Akuntansi SMK PGRI 2 Malang, (3) menguji secara empiris pengaruh antara implementasi program PSG dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian Akuntansi SMK PGRI 2 Malang.

Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi karena menguji hubungan antar variabel yang dihipotesiskan yaitu Implementasi program PSG dan Motivasi belajar sebagai variabel bebas, sedangkan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMK PGRI 2 Malang program keahlian Akuntansi, pengambilan sampel menggunakan teknik sampling aksidental.Teknik pengumpulan data adalah angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan persentase dan regresi linier berganda.

Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa implementasi program PSG dan motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian Akuntansi SMK PGRI 2 Malang, Pengaruh Implementasi program PSG dan motivasi belajar ditunjukkan oleh nilai R Squere  sebesar 0,414 hal ini menunjukkan sebesar 41,4% prestasi belajar dipengaruhi oleh dua variabel bebas yaitu implementasi program PSG dan motivasi belajar, sisanya sebesar 58,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil program PSG yang mampu menyinkronkan antara teori disekolah dan praktik dilapangan akan memberikan motivasi dan bangga dalam belajar, sehingga prestasi belajar siswa akan meningkat. Sehingga dapat dikatakan bahwa implementasi program PSG yang baik dan motivasi belajar  yang tinggi mampu mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi program PSG dan motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian Akuntansi SMK PGRI 2 Malang. Sehingga dapat diberikan saran sebaiknya program PSG dilaksanakan lebih baik dengan cara meningkatkan kerjasama pihak sekolah dan pihak dunia kerja serta sosialisasi pengajar terhadap siswa tentang manfaat program PSG. Disamping itu peningkatan motivasi belajar harus ditingkatkan sehingga dapat meraih prestasi belajar dengan hasil maksimal.

Nihayati, Saidah

Another Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditorial & Kinestetik

Pengaruh Gaya Belajar (Visual, Auditorial,& Kinestetik)Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas I Penjualan SMK Muhammadiyah 2 Malang Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Tahun Ajaran 2007/2008

Gaya belajar merupakan suatu kombinasi dari bagaimana ia menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi. gaya belajar bukan hanya berupa aspek ketika menghadapi informasi, melihat, mendengar, menulis dan berkata tetapi juga aspek pemrosesan informasi sekunsial, analitik, global atau otak kiri- otak kanan, aspek lain adalah ketika merespon sesuatu atas lingkungan belajar(diserap secara abstrak dan konkret). Terdapat tiga tipe gaya belajar yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu visual (cenderung belajar melalui apa yang mereka lihat), auditorial(belajar melalui apa yang mereka dengar) dan kinestetik(belajar melalui gerak dan sentuhan). Prestasi belajar masih tetap menjadi indikator untuk menilai tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar. Prestasi belajar yang baik dapat mencerminkan gaya belajar yang baik karena dengan mengetahui dan memahami gaya belajar yang terbaik bagi dirinya akan membantu siswa dalam belajar sehingga prestasi yang dihasilkan akan maksimal.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya belajar (Visual, Ausitorial & Kinestetik) terhadap prestasi belajar siswa kelas I Penjualan SMK Muhammadiyah 2 Malang pada mata pelajaran kewirausahaan.

Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi. Metode pengumpulan data adalah metode kuesioner (angket) dan metode dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I Penjualan dengan jumlah 36 siswa. Analisis data menggunakan prosentase dan regresi linier sederhana.

Dari hasil analisis statistik deskriptif diperoleh: (a) gaya belajar yang paling dominan digunakan adalah gaya belajar visual dengan frekuensi 26 siswa (72,2%) dengan kriteria sedang (b) prestasi belajar siswa yang paling dominan adalah baik dengan frekuensi 28 siswa (77,78%). Dari hasil uji regresi linier sederhana diperoleh: terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas I Penjualan SMK Muhammadiyah 2 MalangNilai koefisien determinasi yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0,206 yang berarti variabel terikat prestasi belajar dijelaskan oleh variabel bebas gaya belajar sebesar 20,6%. Sedangkan sisanya 79,4% dijelaskan oleh variabel di luar variabel yang digunakan dalam penelitian. Disarankan agar siswa khususnya siswa kelas I Penjualan SMK Muhammadiyah 2 Malang agar lebih mengetahui dan memahami gaya belajar yang terbaik bagi dirinya sehingga dapat meraih prestasi belajar dengan hasil maksimal.

Maulida, Dina

Another Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Penyesuaian Diri Ibu yang Memiliki Anak Autis

Penyesuaian Diri Ibu yang Memiliki Anak Autis

Penyesuaian diri adalah kemampuan individu untuk dapat bertahan secara psikologis dalam menghadapi sesuatu yang tidak diharapkannya dengan cara mengorganisasi respon sedemikian rupa sehingga bisa mengatasi konflik. Ibu yang memiliki anak autis membutuhkan penyesuaian diri terhadap anak dan juga terhadap kondisi sosial yang berubah karena adanya anak autis. Kemampuan penyesuaian diri dari ibu tersebut akan mempengaruhi kondisi psikologis dari ibu sendiri dan juga perkembangan dari anak autis. Ibu yang mampu menyesuaikan diri dengan baik akan memiliki kondisi psikologis yang sehat dan akan berdampak positif bagi perkembangan anak autis. Sebaliknya ibu yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan baik akan memiliki kondisi psikologis yang tidak sehat dan akan berdampak negatif bagi perkembangan anak autis. Untuk itu penelitian tentang penyesuaian diri ibu yang memiliki anak autis menjadi penting untuk diteliti.

Penelitian dilakukan pada tanggal 1 April 2008 sampai dengan tanggal 8 Mei 2008. Penelitian mengambil sampel di sekolah autis di kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui bentuk-bentuk penyesuaian diri ibu yang memiliki anak autis, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri ibu yang memiliki anak autis.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah empat orang dengan kriteria sebagai berikut: (1) seorang ibu yang memiliki anak autis, (2) bersedia menjadi subjek penelitian. Alat pengumpul data yang digunakan adalah (1) wawancara dan (2) observasi. Analisis data dilakukan dengan jalan (1) kategorisasi data, (2) pemberian kode. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui metode (1) triangulasi, (2) diskusi teman sejawat dan (3) auditing.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyesuaian diri dari ibu yang memiliki anak autis dapat berbentuk positif tetapi juga dapat berbentuk negatif. Ibu yang memiliki bentuk penyesuaian diri positif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) dapat menerima kenyataan memiliki anak autis, (2) dapat menerima keberadaan anak autis, (3) melakukan penanganan terhadap anak autis sesuai dengan kebutuhannnya dan (4) tidak merasa rendah diri dan bersikap terbuka terhadap orang lain dengan keberadaan anaknya. Sedangkan ibu yang memiliki bentuk penyesuaian diri negatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut : (1) tidak dapat menerima kenyataan memiliki anak autis, (2) tidak dapat menerima keberadaan anak autis secara apa adanya, (3) tidak melakukan penanganan terhadap anak autis dan (4) merasa rendah diri dan bersikap tertutup terhadap orang lain dengan keberadaan anaknya. Faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri dari ibu yang memiliki anak autis adalah (1) keyakinan terhadap nilai-nilai agama, (2) pengetahuan dan pengalaman dalam menangani anak autis, (3) dukungan keluarga dari ibu yang memiliki anak autis dan (4) adanya teman senasib. Dari penelitian ini ditemukan juga bahwa semangat yang tinggi dari seorang ibu untuk memperjuangkan kesembuhan anak autisnya dapat mengubah kehidupan dari ibu itu sendiri.

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi ibu yang memiliki anak autis untuk dapat menerima kenyataan dengan memperkuat keyakinan terhadap nilai-nilai agama, memperbanyak pengetahuan tentang anak autis dan memiliki teman sesama ibu yang memiliki anak autis.

Widodo, Tri

Another Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Application of Stable Modulation Scheme

Application of Stable Modulation Scheme for Solving Bernoulli Differential Equation

Solving of Bernoulli differential equation traditionally always is done applies linearization procedure by using Bernoulli transformation function. This paper introduces a new technique of solving the Bernoulli differential equation without using linearization by application of stable modulation scheme.

Application of the method named Stable Modulation Technique (called as SMT) is started by splitting the Bernoulli differential equation to parts of linear and nonlinear, then writes down the solution of nonlinear part in the form of modulation function which its initial value besides played the part of as amplitude A and also is modulated into a phase function F(A). The exact solution of Bernoulli differential equation given in AF(A) formula obtained after replacing the linear solution part into initial value of its nonlinear part solution. In this paper presented the usage of SMT for solving the storage model of magnetic energy into inductor.

Another Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Cassava: is a substitutive foodstuff

Cassava: is a substitutive foodstuff or industrial matters

Cassava is a plant which is potentially developed as a substitutive foodstuff or industrial matters. However, the narrower of agricultural land requires a technological package to improve the production and quality of cassava per wide unit. One of employed technological packages is agro mineral usage as the source of Calcium. However, only limited researches discuss about the influence of calcium application toward the growth of cassava, either in terms of productivity (size and production) or quality (starch and sugar content). Therefore, the research about gypsum application to promote the growth of cassava is needed.

This study aims at finding out the appropriate dose of calcium to improve the productivity (size and production) or quality (starch and sugar content), and finding out the appropriate harvest time in relation to the improvement of productivity of cassava.

It employs Factorial Group Random Design which is repeated three times. Factor I is gypsum which consists of three levels, namely 0 ton ha-1, 4 ton ha-1, and 6 ton ha-1. Then, Factor II is harvest time, namely 90 days and 120 days. Slips of cassava with length of 25 cm and 7 buds are planted. The plot which is used is 5 x 4 m2 with planting distance of 100 x 25 cm2.

Findings show that gypsum dose application treatment with 4 ton/ha dose produces good crops, especially vegetative parameter whereas quality parameter does not show significant results. The highest starch content is achieved in the harvest time of 90 HST, whereas the highest sugar content is achieved 120 HST, either for sari or cangkuang variety.

It is suggested that further researches about the usage of gypsum as one of agro mineral usages will improve the content of starch and sugar more effectively, especially in the application time. If gypsum is used as the source of nutrients, it should be given several days before cassava is planted and spread evenly so that it will be more effective.

Another Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Analysis of The Effects of Variables Using Intensity

Analysis of The Effects of Variables Using Intensity and User Satisfaction Toward The Success Of Information System In Stie Malangkucecwara Malang

Information is an important element in making a decision. In order to make an appropriate and effective method, decision should be supported by information which is superior and reliable. Qualified information can be obtained from a system which is able to process data accurately. Therefore, an information system is one of important things in making decision which give effects to the ability of company to compete and reach its organizational goals.

It is especially in this era in which business movement run rapidly that we are demanded to make the appropriate decision in a very short period of time. With a responsive system, we are able to run our business effectively so they will give optimum results.

One of the systems which is discussed in this research is a computerized information system which is widely used in all corporate. The computerized information system is used to shorten the number which is used to entry, analyze and process data accurately, and save data in tight security. However, not all information systems are categorized into well enough and support the business.

When the information systems are applied and implemented in such department that causes the department is able to improve its performance, then this information system is considered succeed. Therefore, through this research, the researcher tries to analyze what things supporting the success of certain information system.

Several effects of variables will be tested for the success of information system. Variables which are going to be used are system quality, information quality, service quality, using intensity and user satisfaction. The system, information qualities, service quality as X variable, firstly are tested for their effects toward the information system using intensity and then their effects toward user satisfaction as Y variable. Then, each Y variable will influence each other. Next, Y variables which consist of using intensity and user satisfaction will be tested for their effect toward the success of information as Z variable. On the other hand, Z variable will be tested for its effect toward Y variable. Net benefit which accompanies Z variable is assumed to be one of measurement means for the success of information system.

This theory model initially formulated by two professors of information system who domicile in America, namely William Delone and Ephraim McLean with their research entitled “Information System Success: The Quest for the Dependent variable”. The research then continued by other researchers that finally suggested one additional independent variable. Due to the rapid growing of world, next ten years Wiliam Delone and Ephraim McLean updated their research by adding one additional independent variable, namely service quality and entitled it “The Delonde and McLean Model of Information System Success: A Ten-Year Update”.

Based on this theory model, the researcher tries to apply it to Academy of STIE Malangkucecwara which employs a lot of information system in its operational activities. Being influenced by its environment and culture which are different to the original research environment, it is enabled that the result of this research is little bit different to the original research.

It is expected that knowing variables which effect toward the success of information system, Academy will optimize the result of the existing independent variables so that it may obtain the success of information system which is able to increase the compete ability in the competition fields which is more tight.

Another Abstracts

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0
The item being reviewed 4 5 24