ASK (Analitik, Skeptik dan Kritik)

ASK (Analitik, Skeptik dan Kritik)

ASK (Analitik, Skeptik dan Kritik)

Seorang sarjana hendaknya melatih dan menempa dirinya dengan ketiga hal di atas.

  • Analitik, menganalisa setiap masalah yang ditemui, mana yang relevan dan mana yang tidak relevan, mana yang pokok, mana yang cabang.
  • Skeptik, selalu menanyakan bukti dan fakta dari setiap pernyataan.
  • Kritik, mengembangkan kemampuan menimbang dengan obyektif, empiris dan analisisnya logis.

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Penelitian Sebuah Langkah

Penelitian Sebuah Langkah

Penelitian Sebuah Langkah

Lebih tepatnya tentang perkembangan skripsi, tesis, disertasi dan karya ilmiah berbagai universitas negeri dan swasta di indonesia. Berikut ini adalah beberapa paragraf yang saya temukan waktu baca-baca artikel dari internet. Menggelitik sekali! Namun memang kenyataannya sering kali terjadi dan beginner sering kali terjebak dalam kondisi seperti di bawah ini:

Hal yang sering terlupakan oleh mahasiswa adalah audience atau pembaca dari tulisannya. Strategi penulisan akan berbeda jika yang membaca adalah orang yang mengerti teknis (dosen, insinyur, teknisi) dan orang yang kurang mengerti teknis (umum). Thesis atau laporan tugas akhir ditujukan kepada orang yang mengerti teknis. Untuk itu isi dari laporan biasanya lebih teknis. Bahasa yang digunakan untuk menjelaskan harus pas. Jika anda menganggap bahwa pembaca seorang yang bodoh, maka pembaca akan merasa terhina (insulted).

Coba pikirkan penjelasan kalimat di bawah ini. Mari kita misalkan biaya produksi dari perangkat ini dengan bakso. Jika satu mangkok baso harganya 3000 rupiah, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli 1000 mangkok bakso.

Bandingkan dengan kalimat di bawah ini.

Mari kita gunakan variabel x sebagai jumlah unit yang akan diproduksi. Biaya produksi sebuah unit adalah 3000 rupiah. Maka biaya produksi 1000 unit adalah 1000x.

Dengan menggunakan permisalan mangkok basko, maka anda telah menghina intelektual pembaca! Tentunya contoh di atas terlalu ekstrim. Kasus yang terjadi tidak se-ekstrim itu namun mendekati. Misalnya, di bidang saya (bidang digital), tidak usah menjelaskan Boolean logic pada bagian pendahuluan dari thesis anda. Anda hanya akan menghabiskan tempat dan menghina pembaca pada saat yang bersamaan. Di satu sisi yang lain, ada juga mahasiswa yang menulis dengan sangat kompleks sehingga justru sulit dimengerti. Mungkin dalam pikirannya adalah ilmu dan teknologi itu secara prinsip harus sulit, sehingga penjelasannya pun harus sulit dimengerti. Penulis yang baik adalah penulis yang dapat menjelaskan sesuatu yang sulit dengan cara yang sederhana sehingga mudah dimengerti. Tentunya hal ini dilakukan dengan tanpa merendahkan intelektual pembaca.

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Kualitatif dan Kuantitatif?

Kualitatif dan Kuantitatif?

Kualitatif dan Kuantitatif?

Kualitatif berasal dari kata ’kualitas’ atau ’quality’ yang berarti mutu, sifat, ciri-ciri (Kamus Standar Lengkap Inggris-Indonesia; Dhanny R. Cyssco, penerbit Buana Ilmu Populer). Berarti, jika kita berbicara tentang kualitatif, berarti kita berbicara mengenai hal-hal yang bersifat mutu, ciri-ciri dan sifat sesuatu atau seseorang. Jika kita berbicara tentang sebuah meja, maka yang menjadi

bahan pembicaraan adalah ciri-ciri, sifat dan mutu meja tersebut. Apakah dia terbuat dari bahan kayu biasa, bermodel biasa dengan kaki empat dan jangkung atau dari bahan kayu jati kelas satu bermodel akar pohon berkaki menjuntai di-varnish secara sempurna sehingga tampak berkilau dan mewah. Di sini kita tidak menyinggung berapa banyak meja yang menjadi bahan pembicaraan, karena setiap meja memiliki ciri-ciri, sifat dan mutu tersendiri. Meskipun secara sepintas tampak mirip, sehingga kita bisa mengatakan bahwa semua meja itu sama saja, namun jika diperhatikan lebih seksama, akan ditemukan banyak sekali perbedaan-perbedaan dan deviasi karakter yang membuktikan bahwa setiap meja (meskipun dari bahan dan dibuat dengan cara yang sama) tak satu pun yang memiliki ciri-ciri, sifat dan mutu yang sama. Demikian pula jika kita berbicara mengenai manusia sebagai bahan pembicaraan atau kajian. Meskipun berasal dari latar belakang dan populasi yang sama, dipastikan bahwa tak satu pun yang memiliki sifat, ciri-ciri dan ’mutu’ yang sama.

Berangkat dari hal tersebut, maka Paradigma Kualitatif memandang suatu obyek (subyek) lebih kepada sifat dan ciri-ciri yang melekat pada obyek (subyek) tersebut. Berbeda dari Paradigma Kuantitatif yang lebih melihat kepada jumlah obyek dan cenderung menggeneralisasikan sesuatu, Paradigma Kualitatif tidak mengenal generalisasi dan sangat menghargai keunikan setiap obyek (subyek) yang diamati. Rachmat Kriyantono dalam Teknik Praktis Riset Komunikasi (Penerbit Kencana, 2006) menyebutkan bahwa dalam paradigma kualitatif yang lebih ditekankan adalah persoalan kedalaman (kualitas) data, dan bukan banyaknya (kuantitas) data. Lebih lanjut, Kriyantono menyebutkan bahwa semua riset yang menggunakan paradigma kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya. Sedangkan Bogdan dan Taylor (1975; dalam Metodologi Penelitian Kualitatif karya Lexy J. Moleong, Penerbit Rosda, 2007) menyebutkan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pakar lain, Denzin dan Lincoln (Moleong, 2007) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada (wawancara, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen). Moleong sendiri secara simpel mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi lainnya. Sementara sebuah asumsi mengatakan bahwa dalam paradigma kualitatif, semakin subyektif sebuah penelitian, maka semakin obyektif penelitian tersebut (Engkus Kuswarno, Kuliah Riset Komunikasi MKOM-UMB, 2007). Hal ini menunjukkan ukuran obyektivitas penelitian kualitatif ditentukan oleh tingkat subyektivitas peneliti. Peneliti merupakan bagian dari instrumen penelitian, berbeda dengan paradigma kuantitatif di mana peneliti terpisah dari obyek yang ditelitinya.

Dengan demikian, jelaslah bahwa riset-riset atau penelitian yang mengusung paradigma kualitatif memiliki ciri-ciri: kedalaman/eksploratif (Kriyantono), deskriptif (Bogdan & Taylor), alamiah (fenomenologis), interpretatif (Denzin & Lincoln), non-kuantitatif (Moleong), dan subyektif (Kuswarno).

Bagaimana dengan Kualitatif sebagai sifat data?

Jika Paradigma Kualitatif merupakan ’cara pandang’ yang menekankan pada ciri-ciri, sifat dan ’mutu’ suatu obyek (subyek), maka Data (yang bersifat) Kualitatif merupakan data yang dihasilkan dari cara pandang yang menekankan pada ciri-ciri, sifat dan ’mutu’ obyek (subyek) yang bersangkutan. Berbeda dari data kuantitatif yang bersifat numerik, data kualitatif bersifat non-numerik (kata-kata deskriptif), seperti cantik, tampan, gagap, tampak kurang berpendidikan, reponsif, bagus sekali, lincah, mewakili anak muda zaman sekarang, dan lain-lain.

Apakah paradigma kualitatif dapat menggunakan data kuantitatif ?

Seperti dijelaskan di atas, terdapat perbedaan antara Kualitatif/Kuantitatif sebagai Paradigma/metode dan Kualitatif/Kuantitatif sebagai sifat Data. Paradigma adalah cara pandang atau pendekatan terhadap obyek (subyek), sedangkan Data adalah apa yang dihasilkan dari cara pandang tersebut. Jadi, Paradigma Kualitatif dapat menggunakan Data kuantitatif, demikian pula sebaliknya. Namun, biasanya, data-data tersebut merupakan data-data pendukung untuk memperkuat data-data utama yang telah dihasilkan dari paradigma yang sama. Misalnya, ketika mendeskripsikan sebuah fenomena pelacuran di suatu daerah tertentu, ditemukan informasi dari salah satu informan bahwa salah satu penyebabnya adalah faktor ekonomi. Informasi ini dapat diperkuat dengan data statistik yang telah ada mengenai persentasi tingkat kemiskinan masyarakat di daerah tersebut. sumber: www.bambangsukmawijaya.wordpress.com

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Skripsi oh Skripsi

skripsi Skripsi SKRIPSI

skripsi Skripsi SKRIPSI

Sering kali saya menjumpai teman-teman saya mengeluhkan pengerjaan skripsi atau tugas akhir. Berbagai macam kasus yang mereka curhatkan pada saya...

Mungkin, jika teman-teman menemukan hal yang sama, sebagaimana yang saya ilustrasikan berikut ini.

“Wes ngene wae.. Rungokne aku! Saiki tulisan skripsimu..!, Lungguh...! Tulis...!Jo mikir po seng kok tulis..! Jo mikir piye kowe nulis.., soale ora bakal nggarake kowe ketok pinter, cuma mandakne awakmu loro kabeh...!”

(Sekarang begini saja.. Dengarkan saya! Sekarang tulis saja skripsimu..!

Duduk...! Tulis...! Jangan berpikir APA yang kamu tulis..! Jangan berpikir BAGAIMANA kamu menulis.. Karena itu tidak menjadikan Anda kelihatan seperti orang pintar, hanya menyebabkan kamu sakit semua...!”)

Skripsi/tugas akhir memang TIDAK BISA SEMPURNA (setahu saya).. selalu saja ada kekurangan dan kekurangan di mata penulis, atau menurut dosen pembimbing/penguji. Jadi Berhentilah mengeluh dan menunggu, karena hanya akan menyebabkan kita kehilangan banyak sekali kesempatan dalam hidup kita.

Saya yakin menulis skripsi pasti direvisi, entah itu sedikit atau banyak. Skripsi atau tugas akhir hanya merupakan salah satu syarat Anda memperoleh gelar akademis Anda.

Mungkin cukup itu saja, saya hanya provokasi Anda semua. Mulai sekarang, TULIS SAJA, JANGAN MIKIR DETAIL.. ITU SAJA..! TULIS SEKARANG, REVISI BELAKANGAN!

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Senyummu Mahal Profesor

Senyummu Mahal Profesor

Senyummu Mahal Profesor

Sosok pejabat, saya sudah sering mendengar. Sosok ulama, terlalu banyak pembahasan. Sosok si tikus koruptor, paling banyak diincar wartawan media massa.

Pejabat, ulama, koruptor merupakan individu secara dominan mewarnai kehidupan masyarakat. Sementara kampus bagi saya merupakan sebuah komunitas yang tidak terlepas dari kesatuan masyarakat itu sendiri. Nah, profesor merupakan orang berpengaruh di dunia pendidikan.

Sering mendapatkan kesan profesor adalah seorang yang:

senyummu mahal

makhluk yang jarang dekat dengan kita

“Saya akan membuat mereka tidak nyaman” kata Profesor

Biasa menantang dengan mempertanyakan gagasan kita sendiri

Biasa mengadakan ‘pertentangan” sudut pandang yang serius

Suka memberi tugas yang berat-berat

Ya, itu adalah ciri dari seorang professor yang banyak dijumpai di dunia kampus.. Sosok professors, dalam bahasa Indonesia sering mengandung arti guru besar, sang maestro dalam sebuah profesi.

Intinya, apasih kebutuhan kita terhadap individu dengan gelar profesor.

Apakah kita membutuhkannya sebagai teman layaknya guru yang bisa menjadi ayah bagi kita?.

Apakah profesor kita membutuhkannya sebagai seorang profesor?

Bagi saya wujud profesor yang ada di lingkungan kita memang lebih cenderung ke point yang kedua.

Profesor menjelma menjadi sosok yang profesional di bidangnya.

Profesor menunjukkan dunia yang lebih nyata.

Profesor mengajar dengan cara yang tidak biasa.

Profesor memunculkan belajar itu susah dan perlu kerja keras (paling penting)

Sungguh hebat memang sebutan gelar profesor..

Berapa banyak profesor yang kita punya...

Sejauh mana peran profesor (yang sedikit jumlahnya) di negara kita...

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Sepenggal Nasihat buat yang Skripsi

Sepenggal Nasihat buat yang Skripsi

Sepenggal Nasihat buat yang Skripsi

Sudah bertahun-tahun saya berdampingan dengan teman-teman, adik-adik dan bapak-bapak, ibu-ibu juga kakak-kakak dalam mengerjakan skripsi, tesis maupun disertasi masing-masing. Sampai sekarang pun pun masih tetap seperti itu.

Banyak JUARA yang saya temui, Juga banyak PECUNDANG saya dapati

Wujud juara yang saya maksudkan adalah mereka-mereka yang sukses menyelesaikan skripsi, tesis juga disertasi dengan tenggang waktu yang semestinya. Sedangkan pecundang adalah kebalikan dari juara, termasuk mereka yang menyelesaikan skripsi dengan predikat pertimbangan, ‘pertimbangan kasihan’, ‘pertimbangan faktor X’ dan pertimbangan lainnya (tentunya wujudnya adalah molor).

Mengapa saya sebut sebagai juara? Terus terang berdasarkan pengalaman yang saya jumpai, banyak terdapat kesuksesan lain yang siap menanti para peneliti yang mampu menyelesaikan penelitiannya dengan tepat waktu. Sebagai contoh, wisuda yang semakin cepat, mendapatkan ijazah juga semakin dekat. Sehingga banyak kenyataan mereka yang selesai skripsi dengan cepat, wisuda dan kemudian mendapat pekerjaan. Sementara teman-teman mereka yang molor skripsinya masih berkutat di kampus sambil melihat teman-temannya sudah sukses.

Kalau saya lanjutkan lagi, mereka yang mendapat pekerjaan kemudian menikah dan melanjutkan kehidupan berkeluarga dengan perhitungan waktu usia memadai. Sedangkan untuk yang molor di kampus akan lebih tertinggal.

Dengan kenyataan di atas, semoga rekan-rekan yang akan atau sedang menyusun skripsi, tesis maupun disertasi akan lebih semangat dalam berusaha menyelesaikan tugas penelitiannya. Karena dengan lebih giat berusaha, kemungkinan cepat terselesaikannya penyusunan skripsi akan lebih besar.

Terus terang saya prihatin dengan saudara-saudara yang terjebak dalam keadaan tersebut, yang akhirnya menghambat pekerjaan yang menanti di depan. Sekali lagi, waktu itu tidak bisa mundur, waktu hanya bisa melibas dan menggilas. Kalau ada pepatah:

Waktu ibarat pedang...

Jika kau tidak bisa memotongnya, niscaya engkau yang terpenggal..

Mungkin ada benarnya, tapi bagi saya waktu tidak bisa dipotong atau dihentikan, yang ada adalah waktu harus kita dahului. Ibarat pelari, kita harus selalu di depan, minimal selangkah di depan waktu dan menjadi pemenang.

Adapun langkah realistis yang paling tepat menurut saya adalah:

  • Buat perencanaan, baik yang jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
  • Waktu tidur dan aktivitas yang baik ditambah dengan sebuah rencana strategis sebelum tidur (tidur untuk besok malam adalah permulaan evaluasi pekerjaan yang sudah kita selesaikan di hari ini).
  • Jangan lupa berdoa sesudah menyelesaikan draf rencana strategis dan evaluasi.

Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua, baik yang sedang mengerjakan skripsi, maupun tugas-tugas lainnya. Semoga kita semua termasuk pemenang dan terhindar dari golongan orang-orang yang merugi. Amin.

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Makkah Vs Greenwich

Makkah Vs Greenwich

Makkah Vs Greenwich

Pembicara pada konferensi di Doha tentang pentingnya Mekkah sebagai kota yang menentukan zona waktu, dan bukan kota Greenwich di UK, menimbulkan kontroversi yang dimulai 4 dekade beberapa waktu yang lalu.Sekelompok pakar Islam menyampaikan “bukti ilmiah” bahwa Mekkah adalah sumber longitude 0 yang melewati kota suci itu dan bukan Greenwich.

Greenwich di UK adalah tempat asal Greenwich Mean Time (GMT) sejak tahun 1884. GMT kadang disebut Greenwich Meridian Time karena diukur dari garis Greenwich Meridian Line di Institut Observatoru (the Royal Observatory) di Greenwich. Greenwich adalah patokan zona2 waktu dunia.

Pakar Islam ternama, Yusuf al-Qaradawi mengatakan, Islam -- “berbeda dengan agama-agama lain, tidak pernah mengontradiksi sains”. Para partisipan merekomendasikan unifikasi waktu dalam dunia Arab yang disesuaikan dengan waktu di Mekkah dan bukan dengan waktu di Greenwich.

Mereka juga menyerukan pemerintah-pemerintah Arab agar tidak memakai peta-peta dunia baru “karena mereka disusun untuk melayani kepentingan-kepentingan negara-negara Barat.”

Mereka menuntut agar semua gedung di dunia Arab diarahkan kepada kiblat. Mereka juga mendesak adanya konferensi2 yang mempromosikan ide “Mekkah sebagai pusat dunia” dan mendistribusikan CD.

Konferensi itu dilangsungkan untuk memperkenalkan Saat Mekkah (jam Mekkah). Penemu jam MEKKAH ini, Yasin a-Shouk, mengatakan, jam Mekkah bergerak berlawanan dengan arah jarum jam dalam direksi Tawaf, rotasi keliling Kaabah. Penemu asal Palestina yang bermarkas di Swiss mengatakan bahwa penemuannya ditentang orang banyak dan memakan waktu 4 tahun untuk mendapatkan hak paten. Moderator konferensi itu, Rabaa Hamo, yang juga istri penemu jam itu mengatakan, “Barat memaksakan kepada kami garis Greenwich sebagai patokan waktu.”

Ia berharap bahwa sebuah negara Islam akan mengadopsi proyek itu untuk menguatkan kepercayaan bahwa Mekkah adalah pusat dunia, tidak secara teoritis tetapi secara praktis.

Sementara itu Pakar Islam, Zaghloul al-Najjar, mengatakan, Barat tidak suka bukti2 sains bahwa “Mekkah terletak pada pusat planet kita, tapi kami akan tetap melanjutkan riset kami untuk mencari kebenaran”. (Nour Abuzant)

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Déjà vu

Déjà vu

Déjà vu

Ya, gue juga sering ngalamin gitu, tapi gue suka ga ambil pusing, easy going aja....Déjà vu adalah sebuah frasa Perancis dan artinya secara harafiah adalah "pernah lihat". Maksudnya mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para yang artinya adalah "sejajar" dan mnimi "ingatan". Menurut para pakar, setidaknya 70% penduduk bumi pernah mengalami fenomena ini.

Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.

Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?

Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.

Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.

Ya, Deja vu sebuah fenomena yg belum terpecahkan,

Bahkan ada juga yg bilang (yg percaya adanya reinkarnasi), itu adalah bagian peristiwa dari masa lampau kita, kehidupan yg lalu kita..

Ada juga yg bilang, itu bakat bahwa semua orang mempunyai indra ke 6.

Ada juga yg bilang itu perasaan orang itu saja, krn pernah liat di TV atau film atau dimana

Deja vu adalah penomena psikologis yang menggambarkan tentang perasaan pernah mengalami suatu peristiwa yang sama sebelumnya seperti peristiwa yang sedang dialaminya saat ini. Penomena seperti ini sering dikaitkan dengan kerusakan pada otak.

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Pembimbing Skripsi

Pembimbing Skripsi

Pembimbing Skripsi

Proses bimbingan seringkali menjadi masalah tersendiri dalam pengerjaan tugas akhir yang dilakukan mahasiswa di kampusnya masing-masing.Secara umum pembimbing skripsi diharuskan memiliki syarat berikut ini, diantaranya:

  • Pembimbing adalah dosen dan serendah-rendahnya berpangkat Lektor, berderajat Sarjana S-2, atau Sarjana S-3, dengan keahlian yang relevan dengan topik yang berkaitan dengan masalah skripsi
  • Pembimbing bertugas membimbing skripsi mulai penyusunan proposal sampai selesainya skripsi dengan waktu yang seefisien mungkin
  • Pembimbing bertanggung jawab atas pembimbingan skripsi
  • Pembimbing yang karena sesuatu hal tidak bisa melanjutkan pembimbingan diganti oleh pembimbing lain yang disetujui.

Oleh karena definisi yang tertangkap masih sangat umum saya mengundang rekan-rekan untuk menyumbang pendapat tentang “Pembimbing skripsi yang ideal” di forum yang sudah saya sediakan. Semoga dengan partisipasi rekan-rekan dapat bermanfaat. Amin.

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Definisi, Sifat dan Ruang Lingkup Skripsi

Definisi, Sifat dan Ruang Lingkup Skripsi

Definisi, Sifat dan Ruang Lingkup Skripsi

Tak terasa kiranya telah banyak artikel yang sudah saya post di situs ini. Sejak semula, saya berusaha konsisten untuk tetap berada di jalan ini dengan selalu mem-post artikel yang berhubungan dengan dunia penelitian atau teknik penulisan penelitian ilmiah. Mulai dari teori, metodologi, teknik, tip dan trik dalam mengerjakan penelitian. Juga menambah dengan beberapa artikel yang memang agak menyimpang dari jalan infoskripsi sendiri, meaning, yang berisi ungkapan isi hati yang terpendam.

Lebih kurang 150 artikel telah saya post-kan di sini. Semoga menjadi kemanfaatan yang barakah (barakah = ziyadatul khair, artinya bertambahnya kebaikan) buat kita semua. Amin.

Dari artikel tersebut, ada sebuah kekurangan yang mengusik saya, tak pernah saya singgung apa itu skripsi itu sendiri? Kiranya meski terlambat, tetap saya post dengan harapan bisa menjadi informasi bagi yang belum kebagian info skripsi.

  • Skripsi adalah laporan tertulis hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dengan bimbingan Dosen Pembimbing Skripsi untuk dipertahankan di hadapan Penguji Skripsi sebagai syarat untuk memperoleh derajat Sarjana.
  • Penelitian dapat berupa penelitian laboratorium, penelitian lapangan, atau studi pustaka yang berupa review artikel.
  • Skripsi merupakan hasil penelitian yang asli atau pembuktian yang dapat bersifat memperbaharui, mengembangkan, menemukan, dan menegaskan teori-teori/fakta-fakta dalam ilmu-ilmu yang dipelajari calon sarjana serta dapat berupa penelitian dasar, penelitian terapan, atau gabungan keduanya.
  • Topik skripsi harus merupakan suatu problema yang menyangkut bidang ilmu yang sesuai dengan program studi calon sarjana.
  • Topik skripsi bisa diusulkan oleh mahasiswa sesuai dengan minat mahasiswa, dan bisa diberikan oleh dosen pembimbing atau merupakan bagian dari penelitian dari dosen pembimbing.
  • Jumlah beban kredit skripsi pada umumnya adalah 4 (empat) sks.
  • Mahasiswa yang mengambil skripsi harus sudah atau sedang mengambil matakuliah prayarat (seperti: Metodologi dan Desain Penelitian).

Tentu saja definisi, sifat dan ruang lingkup skripsi tidak terbatas dengan poin-poin yang telah saya sebutkan di atas. Tetapi menurut pandangan saya kiranya poin di atas telah mewakili pokok-pokok dari definisi, sifat dan ruang lingkup skripsi sendiri.

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Tentang Albert Einstein

Sekilas tentang Albert Einstein

Sekilas tentang Albert Einstein

Tuhan tidak bermain dadu dengan alam ciptaanya dan segala keajaiban ilmu pengetahuan membuktikan kodrat alam ini. Albert Einstein (1879-1955)

Albert Einstein dilahirkan di Ulm, Kerajaan Wuettemberg, Prusia Raya (sekarang Jerman) pada tanggal 14 Maret 1879. Beliau terlahir sebagai putra sulung dari pasangan Hermann Einstein dan Pauline Koch. Ayahnya berprofesi sebagai pedagang kasur bulu. Pada tahun 1980 bisnis ayahnya mengalami kegagalan. Keluarga Einstein pindah ke Munich. Di kota ini Hermann dan adiknya mendirikan perusahaan instalasi gas dan air.

Di waktu kecilnya Albert Einstein nampak terbelakang karena kemampuan bicaranya amat terlambat. Wataknya pendiam dan suka bermain seorang diri. Bulan November 1981 lahir adik perempuannya yang diberi nama Maja. Sampai usia tujuh tahun Albert Einstein suka marah dan melempar barang, termasuk kepada adiknya.

Minat dan kecintaannya pada bidang ilmu fisika muncul pada usia lima tahun. Ketika sedang terbaring lemah karena sakit, ayahnya menghadiahinya sebuah kompas. Albert kecil terpesona oleh keajaiban kompas tersebut, sehingga ia membulatkan tekadnya untuk membuka tabir misteri yang menyelimuti keagungan dan kebesaran alam.

Meskipun pendiam dan tidak suka bermain dengan teman-temannya, Albert Einstein tetap mampu berprestasi di sekolahnya. Rapornya bagus dan ia menjadi juara kelas. Selain bersekolah dan menggeluti sains, kegiatan Albert hanyalah bermain musik dan berduet dengan ibunya memainkan karya-karya Mozart dan Bethoveen.

Albert menghabiskan masa kuliahnya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule). Pada usia 21 tahun Albert dinyatakan lulus. Setelah lulus, Albert berusaha melamar pekerjaan sebagai asisten dosen, tetapi ditolak. Akhirnya Albert mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di SMA. Kemudian dia mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern. Selama masa itu Albert tetap mengembangkan ilmu fisikanya.

Tahun 1905 adalah tahun penuh prestasi bagi Albert, karena pada tahun ini ia menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Berikut adalah karya-karya tersebut:

  • Maret: paper tentang aplikasi ekipartisi pada peristiwa radiasi, tulisan ini merupakan pengantar hipotesa kuantum cahaya dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Penjelasan efek fotolistrik pada paper inilah yang memberinya hadiah Nobel pada tahun 1922.
  • April : desertasi doktoralnya tentang penentuan baru ukuran-ukuran molekul. Einstein memperoleh gelar PhD-nya dari Universitas Zurich.
  • Mei : papernya tentang gerak Brown.
  • Juni : Papernya yang tersohor, yaitu tentang teori relativitas khusus, dimuat Annalen der Physik dengan judul Zur Elektrodynamik bewegter Kurper (Elektrodinamika benda bergerak).
  • September : kelanjutan papernya bulan Juni yang sampai pada kesimpulan rumus termahsyurnya : E = mc2, yaitu bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E). c adalah laju cahaya di ruang hampa (c >> 300 ribu kilometer per detik). Massa memiliki kesetaraan dengan energi, sebuah fakta yang membuka peluang berkembangnya proyek tenaga nuklir di kemudian hari. Satu gram massa dengan demikian setara dengan energi yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah (berdaya 900 watt) selama setahun penuh, suatu jumlah energi yang luar biasa besarnya.
  • Tahun 1909, Albert Einstein diangkat sebagai profesor di Universitas Zurich. Tahun 1915, ia menyelesaikan kedua teori relativitasnya. Penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya sejak kecil terbayar dengan diraihnya Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu fisika. Selain itu Albert juga mengembangkan teori kuantum dan teori medan menyatu.

Pada tahun 1933, Albert beserta keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena khawatir kegiatan ilmiahnya - baik sebagai pengajar ataupun sebagai peneliti - terganggu. Tahun 1941, ia mengucapkan sumpah sebagai warga negara Amerika Serikat. Karena ketenaran dan ketulusannya dalam membantu orang lain yang kesulitan, Albert ditawari menjadi presiden Israel yang kedua. Namun jabatan ini ditolaknya karena ia merasa tidak mempunyai kompetensi di bidang itu. Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert Einstein meninggal dunia dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia.

Meskipun demikian, Albert sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya - teori relativitas umum dan khusus - digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II berlangsung.

Sumber: http://kaskus.co.id

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah

Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah

Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah

Kode etik adalah seperangkat norma yang perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan dan perujukan, perizinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data atau informan.

Dalam penulisan karya ilmiah, penulis harus secara jujur menyebutkan rujukan terhadap bahan atau pikiran yang diambil dari sumber lain. Pemakaian bahan atau pikiran dari suatu sumber atau orang lain yang tidak disertai dengan rujukan dapat diidentikkan dengan pencurian.

Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan yang lazim disebut plagiat. Plagiat merupakan tindak kecurangan yang berupa pengambilan tulisan atau pemikiran orang lain yang diaku sebagai hasil tulisan atau hasil pemikirannya sendiri. Oleh karena itu, penulis skripsi, tesis, dan disertasi wajib membuat dan mencantumkan penyataan dalam skripsi, tesis atau disertasinya bahwa karyanya itu bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pemikiran orang lain.

Dalam menulis karya ilmiah, rujuk-merujuk dan kutip-mengutip merupakan kegiatan yang tidak dapat dihindari. Kegiatan ini amat dianjurkan, karena perujukan dan pengutipan akan membantu perkembangan ilmu.

Dalam menggunakan bahan dari suatu sumber (misalnya instrumen, bagan, gambar, dan tabel), penulis wajib meminta ijin kepada pemilik bahan tersebut. Permintaan ijin dilakukan secara tertulis. Jika pemilik bahan tidak dapat dijangkau, penulis harus menyebutkan sumbernya dengan menjelaskan apakah bahan tersebut diambil secara utuh, diambil sebagian, dimodifikasi, atau dikembangkan. Biasanya, sehubungan dengan hal ini, Rektor masing-masing universitas telah menerbitkan Surat Keputusan tentang Pedoman Pembinaan dan Pelaksanaan Hak Cipta yang bisa menjadi pembelajaran buat para peneliti.

Nama sumber data atau informan, terutama dalam penelitian kualitatif, tidak boleh dicantumkan apabila pencantuman nama tersebut dapat merugikan sumber data atau informan. Sebagai gantinya, nama sumber data atau informan dinyatakan dalam bentuk kode atau nama samaran.

Setelah bagian Pendahuluan ini akan diuraikan secara berturut-turut tentang skripsi, tesis, dan disertasi hasil penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, kajian pustaka, dan hasil kerja pengembangan (projek). Pada bagian ketiga akan dibahas secara rinci mengenai artikel, makalah, dan laporan penelitian. Selanjutnya, pada bagian akhir pedoman ini akan dipaparkan secara berturut-turut: sistematika penulisan, cara merujuk dan menulis daftar rujukan, label dan gambar, bahasa dan tanda baca, serta pencetakan dan penjilidan.

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Hubungan Skripsi Dengan Dunia Kerja

Index: Hubungan Skripsi Dengan Dunia Kerja

Anda tentu sudah mengetahui pengertian maupun perbedaan dari skripsi, tesis maupun disertasi sebagaimana yang sudah saya sebutkan pada beberapa artikel sebelumnya, diantaranya: Skripsi, Tesis dan Disertasi Sebuah Pendahuluan atau pada Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Kali ini sengaja saya akan sedikit menyampaikan hubungan pelaksanaan skripsi, tesis, maupun disertasi pada kehidupan nyata.

Skripsi dalam Pengertian Berpikir

Menurut Salam (1997:139) adalah suatu aktivitas untuk menemukan pengetahuan yang benar (kebenaran). Berpikir merupakan proses yang dilakukan untuk menentukan langkah yang harus ditempuh. Misal: Saya pengen ke Jakarta, ‘Bagaimana ya, caranya biar bisa pergi ke Jakarta?’. Jadi dengan melakukan aktivitas berpikir, pada gilirannya akan membuahkan pengetahuan.

Skripsi dengan Metode Ilmiah?

Adalah prosedur yang dipergunakan oleh ilmuwan dalam pencarian sistematis terhadap pengetahuan baru dan peninjauan kembali pengetahuan yang sudah ada.

Skripsi dan Bahasa

Sedangkan beberapa hal yang perlu digarisbawahi dari bahasa adalah: Bahasa ilmiah yang merupakan sarana komunikasi ilmiah yang ditujukan untuk menyampaikan informasi yang berupa pengetahuan atau isyarat-isyarat.

Bahasa memungkinkan manusia berpikir secara abstrak dimana objek-objek yang faktual ditransformasikan menjadi simbol-simbol bahasa yang bersifat abstrak

Ciri-ciri bahasa: 1) merupakan serangkaian bunyi yg digunakan sebagai alat komunikasi, dan 2) merupakan lambang dari serangkaian bunyi yg membentuk arti tertentu.

Aspek bahasa: 1) aspek informatif (memberikan informasi kepada orang lain) dan 2) aspek emotif (menyampaikan perasaan/ ekspresi).

Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang mengandung unsur-unsur: 1) perasaan (unsur emotif), 2) sikap (unsur afektif), dan 3) buah pikiran (unsur penalaran) serta mempunyai fungsi hohesif, yaitu sebagai alat budaya yang mempersatukan manusia yang menggunakan bahasa tersebut.

Skripsi dan Logika

Sedangkan yang perlu digarisbawahi dari loguka adalah sebagai berikut. Berasal dari kata ‘logos’ yang berarti kata atau pikiran yang benar.

Logika membicarakan tentang aturan-aturan berpikir agar dengan aturan-aturan tersebut dapat mengambil kesimpulan yang benar. Dengan mengetahui cara/ aturan tersebut dapat menghindarkan diri dari kesalahan dalam mengambil keputusan.

Logika membicarakan teknik-teknik untuk memperoleh kesimpulan dari suatu perangkat bahan tertentu dan kadang-kadang didefinisaikan sebagai ilmu pengetahuan tentang penarikan kesimpulan.

Cara Berpikir Logis

Cara berpikir logis terbagi menjadi 2, yaitu:

Logika induktif. Cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.

Logika Deduktif, Cara berpikir dimana pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus

Skripsi dan Matematika

  • Adalah cara berfikir ilmiah yang pertama adalah logika matematika
  • Matematika ini melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang disampaikan.
  • Lambang matematika bersifat artifisial yaitu lambang tesebut baru berarti kalau diber imakna terhadapnya.
  • Matematika merupakan puncak kegemilangan intelektual manusia
  • Biasanya menggunakan bahasa numerik yang bebas emosi, tidak kabur, dan tidak multi tafsir/ majemuk
  • Matematika menggunakan cara berpikir deduktif
  • Kesimpulan yang diambil didasarkan pada premis-premis yang kebenarannya telah ditentukan
  • Matematika selain sebagai cara berfikir logika, ia juga adalah bahasa, ilmu pengetahuan sendiri yang dipakai dasar oleh ilmu lain dan teknologi.
  • Aliran Filsafat Matematika
  • Filsafat Logistik, menyatakan bahwa eksistensi matematika merupakan cara berfikir logis yg salah atau benarnya dapat ditentukan tanpa mempelajari dunia empiris.
  • Filsafat intusionis, dipelopori oleh Emmanuel Kant.
  • Filsafat formalis, menekankan pada aspek formal dari matematika sebagai bahasa perlambang (sign language) dan mengusahakan konsistensi dalam penggunaan matematika sebagai bahasa lambang

Skripsi dan Statistika

  • Adalah ilmu yg mempelajari tentang cara mendapatkan data, menganalisis, menyajikan data, serta mendapatkan kesimpulan yang sah secara ilmiah
  • Metode yang digunakan adalah metode induktif
  • Dapat digunakan untuk menguji ketelitian
  • Untuk menentukan hubungan kausalitas antar faktor tertentu
  • Memunculkan teori peluang yang pasti yang dapat digunakan dalam penarikan kesimpulan dengan hanya mengamati sebagian dari populasi
  • Langkah berpikir induktif:
  • Observasi atau eksperimen
  • Hipotesis ilmiah
  • Verifikasi dan pengukuran
  • Keputusan berupa teori dan hukum
  • Pembagian bidang ilmu statistika
  • Statistika Teoretis
  • Statistika Terapan

Silahkan dipikirkan, bagaimana pelaku skripsi yang sudah menjalani tahapan-tahapan yang sudah saya sebutkan di atas. Tepat sekali skripsi menjadi bagian akhir dari persiapan mahasiswa menghadapi realita kehidupan di masyarakat.

Akan sangat tidak tepat jika menganggap proses pengerjaan skripsi berakhir pada saat penjilidan dan menyerahkan ke kampus saja.

Nilai-nilai skripsi harus diterapkan juga dalam kehidupan nyata. Tatkala wisuda, mahasiswa harus tetapi berperilaku sebagai peneliti yang akan memetakan wilayah yang bisa dimasuki dengan berpikir ilmiah yang bisa diadopsi dari proses pengerjaan skripsi.

Pada waktu mencari kerja, mahasiswa pun harus tetap dalam kondisi sebagai pelaku skripsi. Akhirnya, pada waktu menjalani pekerjaan juga harus tetap skripsi.

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Coba Anda Pukul Lalat, Susah Kan? Ni Rahasianya

Coba Anda Pukul Lalat, Susah Kan? Ni Rahasianya

Coba Anda Pukul Lalat, Susah Kan? Ni Rahasianya

Sudah berapa kali Anda berhasil memukul lalat dengan tangan? Sulit bukan. Rahasia di balik kemampuan tersebut kini telah diketahui penjelasannya. Selama dua puluh tahun meneliti biomekanika sayap lalat, Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) baru memecahkannya sekarang. Itu pun karena selalu penasaran terhadap pertanyaan yang sederhana dan sering dilontarkan banyak orang yang ditemuinya.

"Sekarang, saya punya jawabannya," ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem. Ia menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.

Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otaknya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur. Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.

"Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respon gerakan yang sesuai," ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.

Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dengan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem syaraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.

"Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya," ujarnya.

Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memuul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.

http://kompas.com/read/xml/2008/08/29/23513989/kenapa.lalat.sulit.dipukul

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Perangkat Lunak WEBLIS

Index: Perangkat Lunak Gratis WEBLIS

WEBLIS adalah software untuk perpustakaan berbasis web yang merupakan pengembangan dari program CDS/ISIS yang lebih terintegrasi secara “full internet base”. Dengan release terakhir, Sistem ini telah dikembangkan oleh ICIE (Institute for Computer and Information Engineering), Polandia, yang merupakan hasil dari pengalamannya membangun system perpustakaan organisasi internasional seperti FAQ, IFAD dan GTZ. WEBLIS berjalan menggunakan fasilitas www-isis engine, yang juga dikembangkan oleh ICIE.

Keberhasilan tersebut merupakan juga upaya dari Sektor informasi dan komunikasi UNESCO untuk mendorong FOSS (Free and Open Source Software). Saat ini WEBLIS telah disediakan secara gratis, dan oleh UNESCO telah disebarkan sebagai Open Source Software. Versi yang tersedia adalah berbahasa Inggris, yang dilengkapi dengan manualnya dengan modul-modulnya sebagai berikut:

Sistem Katalog

Modul ini menyediakan fasilitas catalog dari: monografi buku dan tingkat seri monografi (M dan MS), tulisan dari buku (AM, AMS), tulisan dari jurnal (AS) dan jurnal (S) berbagai macam jenis dokumen seperti: slide, foto, audio, video, dsb.).

Modul catalog ini didukung oleh fasilitas entri data ISIS, sehingga memungkinkan kita dapat melakukan validasi sangat mudah dengan table, thesaurus terhubung secara online, dan sebagainya.

Perangkat Lunak Gratis WEBLIS -Sistem Katalog

OPAC (On-line Public Access Catalogue)

Modul ini menyediakan: (1) penelusuran dasar dan advance, (2) modul histori, (3) penelusuran, (4) fungsi penyimpanan hasil penelusuran, (5) fasilitas bahasa penelusuran isis, dan (5) serta penelusuran dengan thesaurus

LOAN

Modul ini secara penuh mengontrol prosedur peminjaman seperti: pengadaan / penyimpanan buku

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Model Pemilu Data Online

Model Pemilu Data Online Terstruktur Melalui Partisipasi Masyarakat

Model Pemilu Data Online Terstruktur Melalui Partisipasi Masyarakat

Tingginya angka golput ditengarai oleh faktor yang salah satunya banyaknya masyarakat yang tidak dapat menggunakan hak pilih langsung di tempat terdaftar karena berdomisili di luar kota dan tidak membawa kartu pemilih. Untuk itu, ditawarkan alternatif solusi dengan menerapkan model pemilu data online. Sistematika umum pemilu data online yaitu di tiap TPS terpasang satu perangkat pemilu data online. Pemilih cukup menyodorkan KTP ke petugas dan menulis nama di lembar presensi data pemilih, kemudian petugas memasukkan nomor KTP ke komputer.

Analisis dari model pemilu data online dapat dipandang dari kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan pemilu data online diantaranya yaitu kemudahan dalam mencoblos secara langsung di manapun pemilih berada, hasil pemungutan suara dapat diakses secara cepat dan akurat, dan cara pelaksanaan pemungutan suara cukup mudah. Dari sisi kekurangannya, pendataan penduduk belum valid, masih ditemukan adanya penduduk yang mempunyai KTP ganda.

Demokrasi adalah hasil dan sekaligus proses dari sebuah upaya membangun hidup bersama dimana rakyat (demos) adalah sumber dan tujuan kekuasaan (kratein). Pemilu adalah sarana untuk belajar berdemokrasi, sebelum tiba saatnya bagi bangsa ini hidup di alam Indonesia Baru yang lebih adil dan demokratis. Pemilu sangat dibutuhkan untuk mengubah garis tangan bangsa ini, melalui pergantian pemimpin-pemimpin bangsa yang dapat diandalkan.

Fenomena saat ini yang merupakan salah satu perilaku memilih masyarakat adalah angka golput semakin meningkat. Golput sebuah pilihan politik seperti halnya memutuskan untuk memilih salah satu partai untuk didukung. Sebuah pilihan yang perlu dihormati sebagai bagian dari sistem demokrasi. Akan tetapi, Golput bukanlah pilihan cerdas dan cenderung mendorong masyarakat untuk skeptis dan apatis.

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Relativitas Kesesatan Aliran Sesat

Relativitas Kesesatan Aliran Sesat

Relativitas Kesesatan Aliran Sesat

Menyusul gonjang-ganjing lahirnya sejumlah aliran sesat di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sepuluh kriteria untuk menilai apakah sebuah aliran bisa dikatakan sesat atau tidak (Jawa Pos, 6/11/2007). Dengan lahirnya sepuluh kriteria tersebut, masyarakat Islam di Indonesia akan memiliki pedoman yang bisa dirujuk ketika berhadapan dengan munculnya sejumlah aliran atau ajaran yang dirasa “tidak lazim”.

Tetapi pada aspek lain lahirnya kriteria MUI tersebut mengakibatkan sejumlah persoalan yang mendasar. Pertama, kriteria tersebut tidak bersifat pasti. Artinya sebagai sebuah ketentuan hukum yang mengikat, semestinya fatwa yang dikeluarkan MUI berkaitan dengan kriteria aliran sesat itu bersifat pasti dan tidak mengandung multi interpretasi. Misalnya MUI menyebutkan bahwa salah satu kriteria sebuah aliran dikatakan sesat adalah ketika menafsirkan Alqur’an di luar ketentuan kaidah-kaidah tafsir yang berlaku. Pernyataan itu sungguh membingungkan dan memiliki potensi “pemaksaan”. Persoalan yang segera mengemuka adalah kaidah tafsir manakah yang dirujuk MUI? Dalam kajian studi Islam, tentu saja ada kaidah-kaidah dasar yang harus dirujuk ketika seseorang akan melakukan penafsiran dan pemahaman terhadap Alqur’an, namun sebagai produk manusia, metode atau kaidah pemahaman dan penafsiran Alqur’an senantiasa mengalami perkembangan dan bersifat kompleks. Misalnya studi Alqur’an pada masa sahabat tentu akan berbeda dengan studi serupa di masa tabi’in dan pada masa tabiit memiliki kecenderungan yang berbeda dengan pada iman mazhab misanya.

Kompleksifitas metodologi kajian Aqur’an bisa dibuktikan dengan merujuk kepada beragamnya cara yang muncul untuk mendekati Alqur’an seperti tafsir bil ma’tsur yang menyandarkan diri pada riwayat-riwayat hadits, tafsir bi al ra’yi yaitu penafsiran al Quran yang bertumpu pada kerja-kerja akan dan tafsir maudlu’i (tematik), yakni menafsirkan AQuran dengan cara mengelompokkan teman-tema tertentu yang dikandung Al Qur’an.

Selain itu sejumlah pemikir memiliki cara unik dalam mendekati AlQur’an seperti Ahad Khalifatullah dengan analisis sastra melalui karya Al Fann al Qashashi fi al Qur’an al Karim, Nas Hamid Abu Zayd dengan analisis teks melalui Mafhum al Nash-nya dan masih banyak lagi seperti Mawlana Abdul Kalam Azad, Fazlur Rahman, Mohamed Arkoun, Riffat Hassan, Sayyid Qutb, Hassan Hanafi, Muhammad Sahrour, Farid Esack atau Quraish Shihab yang memiliki metode sendiri-sendiri.

Jika MUI merujuk pada seperangkat kaidah yang dihasilkan oleh ulama tertentu, MUI telah melakukan kesewenang-wenangan, dengan hal ini seolah-olah MUI memiliki hak yang paling mutlak untuk menentukan metode ini benar dan metode ini salah. Padahal metode pemahaman Al Qur’an bukanlah Al Qur’an itu sendiri. Tegasnya jika Al Qur’an berasal dari Tuhan dan harus diterima secara tekstual sebagai hal yang benar secara qath’iy, metode pemahaman dan penafsiran berasal dari manusia dan karena itu tidak mengenal pemutlakan. Kedua, sepuluh kriteria MUI itu juga menyebutkan bahwa “kegemaran” mengafirkan kelompok lain merupakan indikator sesatnya sebuah aliran.

Wallahu a'lamu bishshawab

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Sikap Terhadap Orang Tua

Bolehkah Mendahului Orang Tua?

Bolehkah Mendahului Orang Tua?

Bermula dari kisah Ali r.a yang hendak melakukan shalat shubuh berjamaah di masjid. Pada waktu itu beliau digoda setan yang mendo-mendo menjadi ‘jeus’ tua yang berjalan dengan terbungkuk-bungkuk di depan Sayyidina Ali. Sedemikian ceritanya.. Sayyidina Ali tidak berani untuk mendahului atau menyalip bahasa lainnya.. saya ulangi mendahului atau menyalip sehingga sampai ke masjid.

(Lain tempat pada waktu itu) Baginda Rasul SAW sedang mengimami shalat, beliau sujud terlalu lama, terlalu lama dari biasanya.

(Lain dimensi waktu itu juga) Malaikat Jibril as. menahan pundak Nabi yang hendak bangun dari sujud untuk duduk tahiyyat akhir.

Sesampainya Ali r.a di masjid, beliau langsung berjamaah ‘masbuq’ sampai sempurna shalatnya berjamaah.

Ibrah…

Dari cerita itu, dengan segitunya Allah memuliakan orang muda yang tidak ingin mendahului jalannya orangtua yang sedang berjalan di depannya.

Ada apa gerangan … ?

Persoalan ini mungkin tidak akan terangkat di info skripsi jika tidak dikarenakan kemarin Jum’at sesudah shalat Jum’at, saya pulang dari masjid dan di depan saya berjalan seorang tua renta yang berjalan dengan pelan sekali karena ketuaannya.

Pikiran saya langsung teringat dengan kisah yang saya ceritakan di atas… apakah saya harus ikut berjalan sepelan orang di depan saya… tentu lama sekali akan sampe rumah… waduh, membosankan…

Kalau mendahului orang tua itu tidak baik, bagaimana sewaktu kita berkendara di jalan raya, betapa banyak orang tua yang ada di depan kita? Betapa banyak kita sudah menyalip orangtua?

Kemarin malam, akhirnya saya diskusikan dengan teman-teman. Apa sebenarnya alasan kita tidak boleh berjalan mendahului orang. Ternyata yang menjadi dasar (illat) pelarangan menyalip orang tua adalah menjaga perasaannya. Jadi yang dilarang adalah ‘menyalip’ yang menyinggung perasaan orang tua.

Jadi sekiranya kita berjalan bareng, ya mungkin kita sendiri yang punya parameter sejauh mana kita menyinggung orang lain… sejauh itu pula kita harus berusaha menghindarinya….

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Pergi ke Negeri Cina

Pergi ke Negeri Cina Mencari Ilmu?

Pergi ke Negeri Cina Mencari Ilmu?

Ini saya terjemahkan sedikit dari Ihya’ Ulumuddin karangan Imam Gazali yang banyak menerangkan permasalahan berkaitan dengan ilmu. Ada sumber yang terkenal, dan sumber itu menjadi dasar/sumber hukum dalam aktivitas keduniawian yang membahas tentang kewajiban mencari ilmu, yang mengatakan:

“Wajib bagi setiap muslim untuk mencari ilmu “

“Tuntutlah ilmu meski ke negeri Cina”

Ulama berbeda pendapat mengenai ‘jenis ilmu apa’ yang menjadi ‘fardlu ain’, perbedaan itu bahkan sampai lebih dari 20 pendapat, dan semua menunjukkan wajib sebagaimana pendapat mereka.

Ulama Filsafat mengatakan, bahwa ilmu yang wajib dicari adalah Ilmu Filsafat yang digunakan untuk mendapatkan tauhid, dan dengan ilmu kalam juga dapat mengetahui dzat dan sifat Allah Yang Maha Suci.

Ulama Fiqh mengatakan: “Ilmu yang wajib adalah ilmu ibadah, yang dapat mengetahui halal/haram,”

Ulama Tafsir dan Hadits mengatakan: “Ilmu yang wajib adalah ilmu Quran Hadits yang digunakan sebagai alat menghubungkan semua ilmu secara keseluruhan.”

Ulama Sufi mengatakan: “Ilmu hamba dengan keadaan dan kedudukannya di hadapan Allah SWT.”

Sebagian Ulama mengatakan: “Ilmu yang wajib adalah ikhlas dan penyakit hati, membedakan bisikan Allah atau bisikan setan.”

Sebagian Ulama mengatakan: “Ilmu yang wajib adalah batin dan ilmu yang mempelajari hal-hal berkaitan (dalam hal penyusunan) yang khususnya lafadz/perintah Allah dari yang umum lafadz/perintah Allah.”

Abu Thalib Al Makiy: “Ilmu yang wajib adalah ilmu yang mengandung hadits yang di dalamnya terdapat bangunan/sendi islam.” Berdasarkan hadits: “Islam dibangun atas lima: syahadat.. ila akhir”. Hadits tersebut menunjukkan kewajiban mencari ilmu adalah mempraktekkan hal-hal wajib.

(Pengarang/Imam Ghazali) Seyogyanya menyimpulkan hasil dari pendapat di atas dan tidak meragukannya. Sebagaimana dimaksud dengan ilmu (dalam bagian pendahuluan), ilmu terbagi menjadi ilmu praktek dan ilmu mukasyafah, tiada yang dimaksud dengan ilmu kecuali ilmu praktek/terapan.

Adapun praktek/terapan yang dibebankan kepada hamba yang berakal, balig itu ada tiga (3): “Apabila seseorang yang berakal sudah balig, telah bermimpi atau telah pupak giginya (Jawa), maka kewajibannya”: Mempelajari Dua Kalimat Syahadat, memahami arti dari dua inti dari syahadat itu sendiri dan tidak wajib sampai pada ilmu mukasyafah (makrifat), cukup saja dengan membenarkan dan meyakini tanda ragu sedikitpun, dan pembenaran serta keyakinan itu bukan dari taklid (ikut-ikutan), cuma mendengar tanpa pembahasan dan bukti. Sebagaimana Rasul mencukupkan buat bangsa Arab dengan membenarkan Islam tanpa mengajarkan dalil-dalinya.

Adapun sumber kedua, andaikan semua orang islam yang ada di belahan dunia manapun, diwajibkan alias mau tidak mau harus ke Cina.

Bayangkan sendiri, apakah itu termasuk wajib ain atau fardlu ain..

Wallahu a’lamu bi al-shawaab

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0

Interdisipliner Dalam Alquran

Interdisipliner Dalam Alquran

Interdisipliner Dalam Alquran

Menggelitik saya, untuk menuliskan sedikit pemahaman saya tentang penafsiran Alquran, terutama berkaitan dengan fenomena banyaknya aliran sesat yang muncul beberapa waktu terakhir. Semakin menggelitik sewaktu Adik tingkat saya mampir, bersilaturrahim, kemudian tiba-tiba dia bertanya: “Mas, Ahmadiyah itu sesat ga ya?.” “Ahmad Musadiq itu kafir ga?”.

Mendengar hal itu, saya teringat dengan kuliah Dosen saya, Ustadz Tohe. Waktu itu kami sedikit membahas masalah analisis sastra. “Karya sastra itu mati, dan pembacalah menghidupkannya dengan berbagai penafsirannya...” Demikian kata beliau. Kemudian saya bertanya: “Ada orang yang mengatakan Alquran itu sastra, berarti kita bebas dong menafsirkannya?” (dung-deng). Kemudian terjadi diskusi panjang lebar, yang akhirnya didapatkan kesimpulan bahwa Alquran bukanlah sastra yang seperti “karya mati” dan kita umat Islam yang membacanya, menafsirkannya, memahaminya, “berarti menghidupkannya”.

Al-Qur’an adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad - sebagai mu’jizat yang ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan dengan mutawattir serta membacanya adalah ibadah. Diturunkannya kepada jin dan manusia agar bisa dijadikan petunjuk (huda) dan pembeda (furqan) antara kebenaran dan kesesatan, sebagaimana firman Allah (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS. 2:185) Allah menurunkan al-Qur’an untuk dibaca dengan penuh penghayatan (Tadabbur), meyakini kebenarannya dan berusaha untuk mengamalkannya. Allah berfirman,” Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran? Kalau kiranya Alquran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. 4:82).

Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, sebagaimana firman Allah,” Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”. (QS. 12: 2).

Nah ini menjadi persoalan yang rumit..

Dengan demikian, orang yang ingin menafsirkan AL-Qur’an harus memahami bahasa Arab baik qaidah lughawiyah-nya seperti nahwu, sharf (gramatical), maupun ta’biriyah (Linguistic) seperti majaz, balaghah, I’jaz dan lainnya. Juga Ulumul qur’an seperti asbaab annuzul, nasikh mansukh, qira’ah dan lainnya.

Studi interdisipliner juga diperlukan oleh seorang Mufassir, mengingat Al-Qur’an tidak hanya berbicara masalah keimanan, ibadah dan syariah saja, tetapi juga memuat isyarat-isyarat ilmu pengetahuan yang lainnya. Allah berfirman, “Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al-Kitab” (QS.6 :38).

Mungkin aturan berikut yang banyak dilupakan researcher jaman sekarang (mufassirin jaman ini)

  • Secara global penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dilakukan oleh Al-Qur’an sendiri. Ayat-ayat yang di-mujmal-kan pada suatu tempat akan dijelaskan di tempat lain, baik itu disebutkan pada tempat yang sama.
  • Apabila metode ini tidak ada, maka menafsirkan Al-qur’an dengan Sunnah Rasulullah. Karena ia merupakan penjelasan bagi al-Qur’an.
  • Apabila tidak ada tafsiran dari Sunnah Rasulullah, maka mempergunakan perkataan Sahabat. Karena mereka melihat fakta dan realita kejadian Sunnah dan menerima ilmu langsung dari Rasulullah. Sangat menarik dan hebat sebuah ungkapan dari sahabat Abdullah bin Mas’ud berkata; Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain-Nya, tidak ada satu ayat dari Kitabullah, kecuali saya mengetahui untuk siapa diturunkan dan di mana diturunkan, kalau ada orang yang lebih mengetahui tentang Kitabullah akan saya datangi sekalipun ada di ujung dunia.
  • Kalau dengan Al-Qur’an, Sunnah dan perkataan sahabat tidak ada, maka sebagian Ulama mengharuskan merujuk kepada perkataan Tabi’in. seperti Hasan Bashri, Atha’ bin Rabah, Mujahid bin Jubair murid Abdullah bin Abbas yang pernah mengemukakan Al-Qur’an dari awal sampai akhir dan menanyakan tafsir dari setiap ayat yang dibaca.

Jadi riset researcher terhadap alquran, kemudian mengklaim hasil penafsirannya sebagai yang paling benar.

Adakah sudah melewati metode di atas?

Bagaimanakah pemahamannya terhadap bahasa Arab beserta qaidah sendiri?

Rasulullah dalam banyak haditsnya mengingatkan untuk tidak menafsirkan ayat-ayat Allah tanpa ilmu, akan disiapkan kursinya di neraka. Rasulullah sendiri yang mempersilahkan untuk menempati kursi di neraka. Bayangkan kita bertemu Rasulullah, bukan syafaat, doa kebaikan yang kita dapatkan. Melainkan dipersilahkan beliau sendiri “Silahkan duduk!” (TAPI DI NERAKA). Astaghfirullahal adzim, naudzubillah, tsumma naudzubillah.

Adapun penafsiran yang dilakukan dengan dasar ilmu dan pengetahuan, baik syariah maupun lughawiyah maka tidaklah termasuk dalam ancaman di atas, menafsirkan AL-Qur’an dengan ijtihad ra’yu sudah ditradisikan sejak zaman Rasulullah, dan itu dilakukan oleh isteri beliau Aisyah yang banyak menafsirkan masalah-masalah penting dalam agama. Dan Rasulullah sendiri merekomendasikan Mu’adz bin Jabal untuk melakukan Ijtihad dengan ra’yu, dalam memutuskan permasalahan ummat, apabila dia tidak mendapatkan jawabannya itu pada al-Qur’an dan Sunnah. Dan hal seperti ini mesti dilakukan agar Al-Qur’an benar-benar bisa menjadi hudan (petunjuk) bagi kemaslahatan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Walllahu A’lam.

Random Blog Articles

Labels:

Infoskripsi Bandulan, Malang and work as an Administrator at Infoskripsi Corp.
0
The item being reviewed 4 5 24